031-5963367

Tujuan hidup – Ps. Oliver J Setiawan

11 Aug 2023KHOTBAH DOA FAJAR

Kej 1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas

Seringkali seseorang tidak tahu tujuan hidupnya dan menjalani hidup dengan rutinitas. Padahal Firman Tuhan jelas mencatat bahwa Tuhan menciptakan kita untuk melakukan sebuah pekerjaan yang baik yang Allah persiapkan sebelumnya (Ef 2:10)

Jika tidak memahami tujuan penciptaan Tuhan, maka seseorang akan menjalani dengan sembarangan dan hidup untuk memenuhi ambisi pribadi.

Berikut ini tujuan Tuhan menciptakan kita:

Berkembang biak (Kej 1:28)
– beranak cucu memenuhi bumi dengan keturunan yang ilahi
Yang harus dilakukan:
– tidak hanya memberikan ilmu di dunia sekuler dengan pendidikan keilmuan saja
– tetapi juga membawa anak-anak kita beribadah kepada Tuhan
– mengajarkan tentang Tuhan dan Firman-Nya kepada keturunan kita
– banyak ajaran dunia yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan
Contoh:
*dunia mengajarkan hemat pangkal kaya, Firman Tuhan mengajarkan untuk menabur, membagi berkat untuk orang yang membutuhkan (2Kor 9:6)
*dunia mengajarkan pensiun dini, tidak perlu bekerja, Firman Tuhan mengajarkan jangan malas dan harus belerja (2Tes 3:6-13). Dalam Tuhan tidak ada pensiun dini, Musa bekerja sampai usia 120 tahun.
*dll

Taklukkan & berkuasa
– Kej 2:15, TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
– mengusahakan = melayani / beribadah kepada Tuhan (Kel 3:12, Kel 7:16)
– memelihara = memelihara, melindungi dan peduli terhadap kelangsungan hidup kawanan dombanya.
– untuk mengusahakan & mengelola apa yang Tuhan percayakan dimanapun Tuhan menempatkan kira, agar berkembang sesuai kehendak Tuhan dan nama Tuhan dipermuliakan
Yang harus dilakukan:
– bekerja sungguh-sungguh dengan penuh tanggung jawab, dimanapun Tuhan menempatkan kita, seperti untuk Tuhan (Kol 3:22-24)
Contoh:
– tidak boleh punya pikiran, kalo aku kerja keras yang enak bos-nya, yang kaya bos-nya, bos-nya duduk-duduk di kantor, jalan-jalan terus.. kalo gitu, kerja asal-asalan saja…
– sebagai anak Tuhan, kita harus bekerja dengan penuh tanggung jawab sehingga usaha kita atau tempat kita bekerja menjadi berkembang
– bekerja bertanggung jawab kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Maka upahnya adalah dari Tuhan (Kol 3:24)

Diberkati untuk jadi berkat
– Allah memberkati mereka (sudah diberkati). Tuhan sudah memberikan berkat sejak kita lahir ke dunia. Ditambah lagi Roh Kudus menyertai kita sebagai anak-anak Kristus, memberi hikmat, tuntunan, dll.
– tujuannya adalah agar kita menjadi berkat bagi orang lain
– org lain diberkati karena apa yg kita kerjakan
– mereka memuliakan Tuhan kita
– jika kita tidak menjadi berkat bagi orang lain, maka kita sedang melawan kehendak Tuhan
Yang harus dilakukan:
– jangan punya pikiran bekerja kok mengenakkan bos-nya atau orang lain. Memang demikianlah cara kerja anak-anak Tuhan, agar orang-orang di kantor semua ikut menikmati berkat Tuhan.
Contoh:
– ada orang yang ketika bekerja, membayar pekerjanya semurah mungkin agar mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Orang demikian merasa dirinya diberkati, tetapi pekerjanya curhat kepada Tuhan karena kekurangan.
– ada yang menekan supplier agar memberikan harga semurah mungkin, pembayaran di lama-lama-kan, agar memaksimalkan pendapatan. Orang ini bersyukur dan merasa di berkati, tetapi supliernya menangis dan curhat kepada Tuhan karena kesulitan membayar pegawai.
– ada orang yang merasa diberkati kita dapat menawar murah, padahal penjualnya menangis kepada Tuhan.
– jika dalam bekerja menjadi batu sandungan, maka nama Tuhan & nama gereja yang dihujat orang. Bahkan ada pendapat yang berkata: “jangan memperkerjakan orang Kristen”. Karena orang-orang ini sudah mempunyai pengalaman yang buruk dengan orang Kristen.
– barusan saja kita menyanyikan bahwa kita percaya kepada Tuhan, Tuhan di setiap ucapan dan perbuatan, tetapi tindakan kita tidak mencerminkan bahwa kita percaya kepada Tuhan, kita menekan orang lain atau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya
– jika kita jadi teladan yang baik, jadi berkat bagi orang lain, maka nama Tuhan dipermuliakan, orang bertanya apa agamanya? gerejanya dimana? Nah maka banyak orang akan mau ikut kita ke gereja 🙂

Secara umum, contohnya seperti ini:
Jika kita punya bawahan / pegawai / asisten rumah tangga. Kita percayakan mereka dengan uang kecil dulu, kita suruh belanja, kembaliannya di kembalikan atau tidak. Semakin lama, semakin kita percaya, semakin kita memberikan berkat yang lebih besar. Bahkan kadang kita perlu suruh pegawai kita keluar kota, kita belikan tiket pesawat, kasih uang saku, biayai kehidupannya, dll.
Kita memberikan berkat lebih kepada orang yg kita percayai.

Demikianlah jika kita mengikuti kehendak Tuhan, pasti Tuhan akan makin mempercayakan hal yang lebih besar kepada kita, mempromosikan kita, memberikan berkat yang lebih besar kepada kita, agar kita bisa menjadi berkat bagi lebih banyak orang dan nama Tuhan makin dipermuliakan.
Sebaliknya jika kita tidak mengikuti kehendak Tuhan, tetapi bekerja untuk memperkaya diri, tidak mengusahakan dan mengelola dengan benar, tidak menjadi berkat bagi orang lain, berkat Tuhan ya segitu-segitu saja.

Bahkan Mat 7:21-23 berkata banyak orang yang berseru kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak mengenal mereka dan meyebut mereka sebagai pembuat kejahatan, karena mereka tidak melakukan kehendak Tuhan

Kesimpulan:
Jika kita mengerti kehendak Tuhan, dan kita hidup untuk melakukan kehendak Tuhan, maka Tuhan akan memperlengkapi kita, memodali kita, membuka jalan untuk kita dan menyertai kita.
Jadi, marilah kita hidup melakukan kehendak Tuhan dan biarlah hidup kita menggenapi Firman Tuhan. Amin

Tuhan Yesus memberkati

Jumat.11.08.2023
Resume Doa Fajar