031-5963367

Tuhan bekerja dalam rutinitas sehari-hari – Ps. Oliver J Setiawan

13 Nov 2023KHOTBAH DOA FAJAR

1Sam 9:1-3, 15-17, 22-25
Panggilan Saul

Ketika menjalani aktivitas atau kegiatan rutin sehari-hari, kadang kala seseorang bisa merasa, bahwa Tuhan sepertinya tidak melakukan apa-apa. Kita bangun pagi, doa fajar, sarapan, berangkat kerja, buka toko, atau bekerja di kantor atau antar anak sekolah atau melakukan tugas-tugas rutin membersihkan rumah, mencuci baju kotor, memasak, dan seterusnya hingga sore hari pulang kerja, makan malam dan tidur lagi. Demikian rutinitas ini terjadi terus menerus setiap hari, seperti tidak ada campur tangan Tuhan di dalamnya.

Tetapi perlu kita ketahui, sesungguhnya Tuhan sedang bekerja di balik layar, merajut rencana damai sejahtera untuk memberikan kepada kita masa depan yang penuh pengharapan.

Kita akan belajar dari kisah Saul.
Baca: 1Sam 9:1-3, 15-17, 22-25

Ayat 2 menyatakan keunggulan Saul, seorang muda yang elok rupanya, tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih elok daripadanya, dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.

Seringkali orang berpikir, bahwa kelebihan atau keunggulan seseorang lah yang menyebabkan dia dipakai oleh Tuhan, atau mendapat promosi dari Tuhan. Sehingga orang tersebut lebih fokus untuk memposting hal-hal yang keren yang dia lakukan, hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain, hal-hal yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dia lebih fokus untuk mengejar hal-hal yang tampak luar biasa dan keren. Dia merasa dengan melakukan itu, dia akan mendapatkan promosi dari Tuhan.

Tetapi, jika kita mempelajari ayat-ayat ini lebih jauh. kita akan belajar, bahwa bukan ayat 2 yang menghubungkan Saul dengan panggilan Tuhan atas hidupnya. Panggilan Tuhan atas hidup Saul terhubung dengan ayat 3, dimana ayat itu menceritakan bahwa ayah Saul yang bernama Kish, kehilangan keledai-keledai betinanya dan menyuruh Saul untuk mengajak salah seorang bujang dan pergi untuk mencari keledai-keledai itu.

Ayat 3 menceritakan tugas sederhana yang diterima oleh Saul dari Ayahnya. Namun, sekalipun tugas itu terlihat sederhana, tugas itulah yang menghubungkan Saul dengan panggilan Tuhan sebagai raja atas Israel.

Saul dengan taat melakukan apa yang diperintahkan oleh Ayahnya, untuk mencari keledai-keledai betina itu. Dan di tengah-tengah perjalanannya, bujangnya menyarankan kepada untuk bertanya kepada nabi Samuel. Singkat cerita akhirnya Saul bertemu dengan nabi Samuel dan nabi Samuel sendiri telah diberitahu oleh Tuhan sehari sebelumnya.

1Sam 9:15-16 Tetapi TUHAN telah menyatakan kepada Samuel, sehari sebelum kedatangan Saul, demikian: “Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umat-Ku Israel dan ia akan menyelamatkan umat-Ku dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku.”

Sehingga ketika nabi Samuel bertemu dengan Saul, Tuhan memberitahukan kepada nabi Samuel demikian
1Sam 9:17 “Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku.”

Kemudian
1Sam 9:22-24 Sesudah itu Samuel mengajak Saul dan bujangnya, dibawanya ke pendopo dan diberikannya kepada mereka tempat utama di depan para undangan, yang banyaknya kira-kira tiga puluh orang.
Berkatalah Samuel kepada juru masak: “Berikanlah sekarang bagian yang kuberikan kepadamu tadi, dengan pesan: Simpanlah ini dahulu.”
Lalu juru masak itu menghidangkan paha dan apa yang termasuk ke situ dan meletakkannya ke depan Saul. Dan Samuel berkata: “Lihat, yang tinggal ini diletakkan ke depanmu; makanlah, sebab telah disimpan bagimu untuk perayaan ini, ketika aku berkata: Aku telah mengundang orang banyak.” Demikianlah pada hari itu Saul makan bersama-sama dengan Samuel.

Perhatikanlah bahwa ketika Saul dengan taat melakukan tugas sepele yang diberikan kepada Ayahnya, ternyata Tuhan telah menyimpan satu bagian hidangan untuk Saul dalam perayaan itu.

Bayangkan saja jika Saul saat itu menganggap tugas yang diberikan Ayahnya adalah tugas yang sepele, remeh dan tidak mau mentaati Ayahnya. Saul sebagai anak yang telah terbiasa menikmati fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh Ayahnya, bisa saja berkata: “Ayah, aku punya kegiatan lain yang lebih penting”, atau, “Ayah, kenapa harus aku yang mencari? Bukankah Ayah bisa menyuruh bujang-bujang atau pegawai ayah?”. Saul bisa saja menolak perintah dari Ayahnya. Tetapi apa yang terjadi jika Saul menolak perintah Ayahnya? Ya, Saul tidak akan bertemu dengan nabi Samuel!

Atau bayangkan jika Saul menjalani tugas yang diberikan Ayahnya dengan berat hati, karena terpaksa, dengan muka masam, marah-marah dalam hati, menggerutu dalam hati, ngomel-ngomel dengan bujang-nya, memprotes perintah Ayahnya dalam hati dan berkata-kata dengan bujangnya tentang Ayahnya yang suka menyuruh-nyuruh Dia.
Ketika bujangnya memberikan saran untuk bertanya kepada Tuhan, apakah Saul akan menurutinya?
Apa yang terjadi ketika Saul dengan muka masam dan hati yang penuh emosi bertemu dengan nabi Samuel?

Seringkali ada orang yang menganggap remeh tugas-tugas sederhana, menganggap remeh rutinitas sehari-hari yang perlu dilakukan, menyuruh orang lain untuk melakukan, menganggap hal-hal itu tidak penting untuk dilakukan. Hanya mau terlihat hebat seperti di ayat 2, hanya ingin terlihat wah seperti ayat 2, hanya mau terlihat keren seperti ayat 2, tetapi bukan ayat 2 yang menghubungkan Saul dengan panggilan dalam hidupnya. Malah ayat 3, dimana Saul sedang melakukan tugas dari Ayahnya lah yang menghubungkan Saul dengan panggilan Tuhan. Seringkali pertemuan-pertemuan ilahi terjadi ketika kita melakukan tugas-tugas sehari-hari.

Banyak pertemuan ilahi dalam alkitab yang terjadi terjadi berkaitan dengan orang-orang biasa yang sedang mengerjakan hal-hal biasa sehari-hari
– Saul sedang melakukan perintah Ayahnya untuk mencari keledai-keledai betina
– Musa sedang menggembalakan kambing domba Yitro, ketika dia melihat semak yang terbakar
– Ribka bertemu dengan bujang Abraham yang sedang mencari pasangan hidup untuk Ishak, ketika sedang menimba air dari sumur dan menawarkan air untuk orang asing yang terlihat sedang membutuhkan
– Daud sedang melakukan tugas dari Ayahnya untuk mengirimkan makanan kepada kakak-kakaknya di medan perang, ketika dia melihat Goliat
– Janda di sarfat sedang mencari kayu bakar, ketika bertemu dengan Elia
– Gembala2 sedang menggembalakan domba-domba di padang, melihat langit terbuka dan malaikat memberitakan kelahiran juru selamat. Gembala yang malam itu sedang absen, hanya bisa mendengar cerita dari gembala lain :))
– Simon sedang mencuci jala setelah semalaman berlayar menangkap ikan ketika tiba-tiba Yesus minta ijin untuk memakai perahu Simon untuk memberitakan injil
– daftar ini bisa semakin panjang jika kita sebutkan satu persatu tokoh di alkitab

Demikian juga, Tuhan bisa mengatur pertemuan-pertemuan ilahi terjadi ketika kita melakukan tugas sehari-hari yang terlihat remeh
– mungkin Anda sedang melakukan tugas jam 8-5 yang setiap hari engkau lakukan, membuka toko, bekerja dan standby menunggu pembeli selama jam kerja
– mungkin Anda sedang mengantar dan menunggu anak Anda di sekolah
– mungkin Anda sedang pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan untuk keluarga
– dan seterusnya

Tuhan bisa mengatur pertemuan-pertemuan ilahi dalam tugas sehari-hari yang kelihatan sepele yang sedang kita lakukan dalam ketaatan, ketekunan dan kesetiaan.
Tuhan bisa mempertemukan kita dengan orang-orang yang tepat, dalam ketekunan kita melakukan tugas sehari-hari yang kelihatan sepele dan remeh.

Jadi, marilah kita tetap berharap dan bersandar kepada Tuhan di setiap waktu, ketika engkau sedang melakukan tugas sehari-hari, selalu berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan. Lakukan segala hal dengan segenap hati, dengan penuh tanggung jawab, dan penuh sukacita, karena engkau tidak tahu siapa yang menjadi “nabi Samuel-mu”.
Siapa tahu hari ini engkau akan bertemu dengan “nabi Samuel-mu”.
Engkau pasti tidak ingin “nabi Samuel-mu” melihat engkau sedang ngomel, melihat engkau sedang malas, engkau sedang emosi dan engkau menemuinya atau melayaninya dengan asal-asalan, dengan kasar, dengan nada tinggi, atau dengan emosi.
Pastikan jika hari ini engkau bertemu dengan “nabi Samuel-mu”, wajahmu penuh sukacita, engkau menyambutnya dengan gembira dan melayani Dia dengan sepenuh hati 🙂
Amin.

Doa:
Bapa, yang kami sembah dalam nama Yesus, kami mengucap syukur atas Firman-Mu yang mengingatkan kami, bahwa Tuhan mengatur pertemuan-pertemuan ilahi dan kesempatan-kesempatan ilahi, ketika kami melakukan tugas sehari-hari yang kelihatan sepele. Mulai saat ini, kami mau belajar mempunyai sikap hati yang benar ketika melakukan tugas sehari-hari, kami mau melakukannya dengan sukacita dan dengan kesungguhan hati. Kami tahu dan percaya, bahwa Tuhan sedang bekerja di balik layar, untuk menyiapkan hidangan bagi kami, berkat bagi kami, ketika kami dengan sungguh hati melakukan tugas-tugas kami sehari-hari.
Kami mau sambut hari ini dengan penuh suka cita, karena kami tahu hari ini adalah hari yang Tuhan jadikan, hari ini adalah hari yang penuh berkat, hari dimana ada kesempatan terjadi pertemuan-pertemuan ilahi.
Dan kami mau mengangkat tangan kami, sebagai tanda bahwa kami percaya, bahwa Berkat dari Allah Bapa, anugrah dan kasih karunia dari Tuhan Yesus dan persekutuan yang manis dari Roh Kudus menyertai kami sampai selama-lamanya.
Dan semua yang mau menyambut hari ini dengan penuh sukacita dan percaya bahwa hari ini akan terjadi pertemuan-pertemuan ilahi yang telah Tuhan atur sebelumnya, sama sama berkata Aaaaaminnnn Aminnn Aminnn.

Tetap sukacita dan tetap semangat!
Tuhan Yesus memberkati.

Sabtu.11.11.2023
Resume Doa Fajar TOC

Link Youtube : Click Here