Kita sering mendengar mantan istri, mantan suami tapi tidak ada mantan anak.
Tetapi di dalam Tuhan tidak ada mantan istri maupun mantan suami, karena semua sudah dipersatukan oleh Tuhan tidak bisa dipisahkan manusia.
Pilih istri/suami atau anak?
Tidak bisa memilih, bukan?
Istri/suami adalah pendamping kita sampai akhir hidup, sedangkan anak-anak kita akan meninggalkan kita untuk hidup berumahtangga. Sebab Firman berkata bahwa seorang Laki-laki akan meninggalkan ayah ibu nya untuk bersatu dengan istrinya.
Menghormati istri adalah bertujuan untuk memulihkan nilai martabat dalam pernikahan. Berbeda dengan hal takut istri.
Seorang suami harus menghormati istri.
1Ptr 3:7 (TB) Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Perempuan diciptakan menjadi penolong, penyangga suami, pendamping yang sepadan bagi suami. Sehingga istri haruslah dihormati.
Jika seorang istri berperan secara menonjol, tidak ada masalah jika TIDAK menjerumuskan suaminya dan Tidak mengambil alih sebagai kepala rumah tangga.
Seperti Abigail menjadi penolong bagi Nabal. (1Sam 25)
Suami tetap hormati lah istrimu, karena dukungan ketekunan doa seorang istri mampu mengangkat dan menyelamatkan suami.
Berjalanlah menurut Firman Tuhan untuk menghormati istri sebagai pendamping, penolong, sebagai kaum yang lebih lemah, sebagai teman pewaris Kasih Karunia.
Tuhan Yesus memberkati 🙏😇
Kamis.12.10.2023
Resume Doa Fajar TOC
Link Youtube : Click Here