Identitas Dalam Kristus

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

2 Korintus 5:17

Salah satu pola pikir yang salah yang Iblis tanamkan dalam pikiran kita adalah pola pikir yang salah tentang identitas kita dalam Kristus. Banyak dari kita, anak-anak Tuhan tidak mengetahui sepenuhnya siapa kita dalam Kristus, dan tidak sepenuhnya mengetahui hak-hak dan keistimewaan yang dimiliki oleh anak-anak Allah.

Hidup mereka tidak bisa maksimal mencapai apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup mereka. Mereka hidup terjebak dalam tipu muslihat iblis dan hidupnya tidak berkemenangan. Hidup benar menjadi sebuah tantangan yang tidak mudah. Banyak anak-anak Tuhan mengakui bahwa setiap hari mereka harus menyerah dengan kedagingan mereka, dan diperbudah oleh keinginan daging yang membawa kepada maut. Ini semua adalah karena kita tidak sepenuhnya memahami identitas kita dalam Kristus. Jika kita memahami identitas kita dalam Kristus, maka kita akan dengan mudah mengalahkan kedagingan kita. Kita bisa lihat beberapa contoh tokoh-tokoh dalam Alkitab yang tidak mengetahui identitas mereka dalam Kristus, antara lain sebagai berikut:

  • Bil 13:33, kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.
  • Hak 6:15, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.

Padahal Tuhan memandang kita dengan cara yang sangat berbeda. Tuhan memandang kita sebagai ciptaan yang baru. Kita bukanlah produk dari evolusi, tetapi Tuhan menciptakan kita segambar dan serupa dengan Allah (Kej 1:26). Kita memiliki hak dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang-orang dunia. Hak dan keistimewaan ini bukan hanya hak untuk masuk dalam kerajaaan sorga saja, tetapi anak-anak Tuhan juga memiliki kuasa dan otoritas yang luar biasa.

Seperti ketika kita menginap di sebuah hotel, kita ingin mengetahui fasilitas-fasilitas apa saja yang hotel itu sediakan, apakah hotel itu menyediakan makan pagi, kolam renang, fasilitas kebugaran, dan lain-lain. Kita ingin memastikan semua fasilitas itu dapat kita nikmati ketika menginap di sana. Kita harus mempunyai cara pandang atau pola pikir yang benar tentang identitas kita dalam Kristus, agar kita dapat mengetahui siapa kita sebenarnya, apa yang Kristus sudah lakukan, apa yang kita miliki, apa saja yang dapat kita lakukan, agar kita dapat berfungsi secara maksimal dan menggunakan hak-hak istimewa yang Tuhan berikan untuk kita.

Apalagi ketika kita lahir baru, ada sebuah perubahan yang sangat signifikan, seperti yang tertulis dalam 2 Kor 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Ayat ini tidak berbicara tentang tubuh kita, karena jika kita gemuk sebelum lahir baru, maka setelah lahir baru, kita akan tetap gemuk. Ayat ini juga tidak berbicara tentang jiwa kita (pikiran, perasaan, kehendak), karena jika setelah lahir baru, pikiran / perasaan / kehendak kita juga tetap dapat mendorong kita untuk berbuat dosa. Tetapi sesungguhnya ayat ini berbicara tentang roh kita. Manusia roh kita adalah identitas kita sesungguhnya! Dan ketika kita lahir baru, Tuhan menciptakan manusia roh yang baru dalam diri kita.

Ketika kita benar-benar memahami kebenaran, apa yang Firman Tuhan tulis tentang identitas kita dalam Kristus, maka kita akan dapat memperbaharui pola pikir kita (Roma 12:2) dan akhirnya kita juga dapat mengubah cara hidup kita. Kita tidak akan lagi mau diperbudak oleh keinginan daging, malah sebaliknya, kita akan hidup oleh roh. Hidup sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan tidak lagi menjadi sesuatu yang berat untuk kita lakukan dan kita akan berbuah-buah demi kemuliaan nama Tuhan. Tuhan Yesus Memberkati