Identitas Dalam Kristus

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Kor 5:17)

Ketika seserorang bertanya kepada kita: “Siapakah Anda? Bagaimana Anda menggambarkan kepribadian Anda?” Yang muncul dalam pikiran kita pertama kali adalah beberapa pilihan jawaban sesuai dengan sifat jasmaniah kita atau apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri, antara lain seperti: Aku seorang yang koleris, atau aku seorang yang sabar, atau aku seorang yang mudah emosi dll. Semua pilihan jawaban tersebut menunjukkan bahwa kita lebih menyadari identitas jasmaniah kita, dibandingkan identitas kita sebenarnya dalam Kristus.

Jarang sekali kita menyadari siapa sebenarnya kita dalam roh kita, yaitu identitas  kita yang sesungguhnya setelah kita lahir baru, bahwa kita adalah ciptaan yang baru. Hal ini menunjukan bahwa sebenarnya kita tidak benar-benar menyadari atau tidak benar-benar mengakui siapa sebenarnya kita dalam Kristus. Hal ini membuat kita hidup jauh dibawah standar yang Tuhan inginkan, sehingga banyak anak Tuhan yang hidup dalam kekalahan, karena tidak tahu kuasa dan otoritas yang dimilikinya serta menggunakannya, tidak tahu segala berkat rohani yang dimiliki dan telah Tuhan sudah berikan dan selalu meminta kepada Tuhan untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan, dll.

Bandingkan dengan jawaban Yohanes Pembaptis dalam Yoh 1:19-23 dibawah ini:

  • Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?”
  • Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.”
  • Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!”
  • Maka kata mereka kepadanya: “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”
  • Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”

Yohanes pembaptis menjawab pertanyaan tentang identitasnya, tepat sesuai dengan apa yang tertulis dalam Firman Tuhan! Demikian juga, ketika seseorang bertanya kepada kita, seharusnya, secara otomatis muncul dalam pikiran kita identitas kita sesuai dengan apa yang tertulis dalam Firman Tuhan. Kita seharusnya lebih mempercayai apa yang Firman Tuhan tulis tentang kita.

Amsal 23:7 Sebagaimana seseorang berpikir dalam hatinya, demikian ia dalam tingkah laku-nya.

  • Jika kita berpikir bahwa kita adalah sebagaimana manusia jasmaniah kita, maka kita akan bertingkah laku / bertindak / berperilaku / berkata-kata seperti manusia jasmaniah.
  • Jika kita tidak yakin, bahwa Roh Kudus manunggal dengan roh kita, kita akan terus berdoa meminta penyertaan Tuhan / pengurapan Tuhan dan kita akan bersikap seolah-seolah Tuhan tidak menyertai kita.
  • Kita akan selalu merasa tidak mampu / tidak bisa dan hidup dalam kekalahan, padahal Roh Kudus yang sama yang menyertai Yesus, tinggal dalam diri kita.
  • Kita selalu minta agar Tuhan mengubah hati kita, padahal Tuhan sudah memberikan hati yang baru dan roh yang baru (Yeh 11:19, Yeh 36:26).

Jadi yang pertama-tama kita harus lakukan, adalah menyadari dan mengakui identitas kita yang baru dalam Kristus. Filemon 1:6 berkata bahwa iman kita akan menjadi efektif, dengan mengakui segala hal baik yang ada di dalam Anda dalam Kristus Yesus

Kita adalah ciptaan baru dalam Kristus (2Kor 5:17), yang diciptakan serupa dengan Kristus, dalam kebenaran dan kekudusan (Ef 4:24), yang manunggal dengan Roh Allah (1Kor 6:17). Seharusnya kita tidak hidup serupa dengan dunia ini, tetapi berubah melalui pembaharuan pikiran kita (Rom 12:2). Kita harus terus menerus memperbaharui pikiran kita, memprogram pikiran kita, sesuai dengan apa yang Firman Tuhan tulis tentang identitas kita yang sesungguhnya. Sampai identitas itu melekat kuat dalam pikiran kita, sehingga apapun yang kita pikirkan, apapun yang kita katakan, maupun apapun yang kita lakukan adalah berdasarkan identitas kita yang baru dalam Kristus.

Maka, kita akan merespon setiap situasi dengan cara yang berbeda. Kita akan mengalami perubahan sikap dan kebiasaan yang sesuai dengan apa yang tertulis dalam Firman Tuhan. Kita akan mampu hidup oleh Roh dan melakukan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Kita akan berjalan dalam kuasa dan otoritas Roh Kudus yang luar biasa. Kita akan mampu memunculkan setiap buah roh yang Tuhan sudah berikan dan menggunakan setiap karunia Roh secara maksimal. Kita akan bertindak / berperilaku / berkata-kata seperti Yesus dan Paulus dan menjadi berkat yang luar biasa bagi orang-orang disekitar kita.

Biarlah hidup kita menggenapi Firman Tuhan dan berkenan kepada Tuhan senantiasa. Itulah identitas kita sesungguhnya dalam Kristus. Amin. Tuhan Yesus memberkati.