031-5963367

Fungsi-fungsi  dalam gereja

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (Efesus 4:11-12)

Berbagai fungsi  pelayanan di atas, merupakan karunia Kristus bagi Gereja-Nya, yaitu:

1. RASUL

Gelar “rasul” dipakai untuk kelompok pemimpin tertentu dalam PB. Kata kerja apostello berarti mengutus seorang untuk melaksanakan tugas tertentu sebagai utusan dan wakil pribadi dari yang mengutus. Gelar ini dipakai untuk Kristus (Ibr. 3:1), kedua belas murid (Mat. 10:2), Paulus (Rom. 1:1; 2 Kor. 1:1; Gal. 1:1) dan orang lain (Kis. 14:4, 14; Rom. 16:7; Gal. 1:19; 2:8-9; 1 Tes. 2:6-7).

Istilah “rasul” dipakai dalam PB secara umum bagi wakil yang ditugaskan sebuah jemaat, seperti para misionaris Kristen yang pertama. Oleh karena itu, di dalam PB gelar “rasul” menunjuk kepada setiap utusan yang ditugaskan dan diutus sebagai misionaris atau untuk tanggung jawab khusus lainnya (Kis. 14:4,14; Rom. 16:7; 2 Kor. 8:23; Fil. 2:25).

Rasul-rasul dalam pengertian  umum ini tetap penting bagi maksud Allah di dalam gereja. Jika  gereja berhenti mengutus orang-orang yang penuh Roh Kudus, maka penyebaran Injil ke seluruh dunia akan terhambat. Sebaliknya, selama gereja menghasilkan dan mengutus orang semacam itu, maka gereja akan memenuhi tugas misionernya dan tetap setia kepada Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus (Mat. 28:18-20).

Tugas pokok para rasul PB adalah mendirikan gereja dan memastikan bahwa gereja itu didirikan atas, atau dikembalikan kepada, pengabdian yang sungguh- sungguh kepada Kristus dan iman PB (Yoh. 21:15-17; 1 Kor. 12:28; 2 Kor. 11:2-3; Efe. 4:11-13; Fil. 1:17). Jawatan rasul di zaman sekarang mungkin adalah orang-orang  yang tergerak dan terbeban untuk membangun gereja-gereja (church planting) dan melakukan kegiatan misi.

2. NABI

Seorang nabi adalah juru bicara Allah yang menyampaikan pesan Allah. Para nabi PL merupakan landasan untuk memahami pelayanan kenabian di gereja. Tugas pokok mereka adalah memberitakan Firman Allah untuk mendorong umat Allah agar tetap setia kepada Tuhan. Kadang-kadang, mereka juga meramalkan masa depan sebagaimana yang dinyatakan kepada mereka oleh Roh Kudus.

Dalam Perjanjian Baru, mereka dibangkitkan dan diberi kuasa oleh Roh Kudus untuk berfungsi menyampaikan berita dari Allah kepada umat-Nya (Kis. 2:17; Kis. 4:8; Kis. 21:4). Di kalangan gereja PB, para nabi berfungsi sebagai pemberita dan penafsir Firman Tuhan yang dipenuhi Roh Kudus, yang ditentukan Tuhan untuk mengingatkan, menasihati, menghibur, dan membangun gereja-Nya (Kis. 2:14-36; Kis. 3:12-26; 1 Kor. 12:10; 1 Kor. 14:3). Kadang-kadang, mereka harus menjalankan karunia nubuat untuk meramalkan masa depan (Kis. 11:28; Kis. 21:10-11).

Seperti halnya para nabi Perjanjian Lama, maka para nabi di Perjanjian Baru dipanggil untuk menyingkapkan dosa, memberitakan kebenaran, mengingatkan akan datangnya penghakiman, dan memberantas keduniawian dan kesuaman di antara umat Allah dalam gereja (Luk. 1:14-17). Karena memberitakan kebenaran, para nabi  seringkali ditolak oleh banyak orang di gereja selama masa kesuaman dan kemurtadan.  

Yang penting dan perlu diperhatikan adalah, bahwa berita dan nubuatan dari para nabi ini, “tidak boleh dianggap sebagai  tanpa salah”, dan harus senantiasa diuji oleh gereja, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan (Alkitab). Jemaat dituntut untuk menilai dan menguji apakah kesaksian mereka benar-benar berasal dari Allah atau bukan (1 Tes. 5:19-21; 1 Yoh. 4:1). Para nabi masih diperlukan dalam maksud Allah bagi gereja-Nya. Gereja yang menolak para nabi akan menjadi gereja yang merosot, yang terhanyut kepada keduniawian dan kompromi kebenaran alkitabiah (1 Kor. 14:3 bd Mat. 23:31-38; Luk. 11:49; Kis. 7:51-52).

3. PEMBERITA INJIL (PENGINJIL)

Pemberita-pemberita Injil  atau penginjil, adalah orang-orang yang membawa dan memberitakan Injil atau kabar baik. Dalam Perjanjian Baru, pemberita Injil adalah orang milik Allah yang berbakat dan ditugaskan untuk memberitakan Injil, yaitu kabar baik keselamatan (Rom. 1:16-17) kepada yang belum selamat dan membantu membuka gereja yang baru di sebuah tempat.

Pelayanan Penginjil itu sangat penting dalam maksud Allah bagi gereja-Nya. Gereja yang tidak mendukung pelayanan penginjil,  tidak akan lagi memperoleh jiwa-jiwa baru sebagaimana yang diinginkan Allah. Gereja itu akan menjadi gereja yang statis, tanpa pertumbuhan dan jangkauan misioner. Gereja yang sangat menghargai karunia rohani seorang penginjil dan memelihara kasih yang sungguh-sungguh terhadap mereka yang terhilang akan memberitakan keselamatan dengan kuasa yang meyakinkan dan menyelamatkan (Kis. 2:14-41).

4. GEMBALA

Para gembala bertugas mengawasi dan memelihara kebutuhan rohani jemaat lokal. Mereka juga disebut “penatua” (Kis. 20:17; Tit. 1:5) dan “penilik jemaat” (1 Tim. 3:1; Tit. 1:7).

Gembala-gembala bertugas memelihara dan mencukupi kebutuhan domba-dombanya, Para gembala berfungsi sebagai bapa rohani bagi jemaatnya (seperti orang tua pada anaknya) yang memelihara, mendidik dan melindungi , khususnya dari ajaran-ajaran sesat, dengan memberitakan ajaran yang sehat, membuktikan kesalahan ajaran sesat (Tit. 1:9-11), memimpin jemaat lokal (1 Tes. 5:12; 1 Tim. 3:1-5); menjadi teladan kesucian dan pengajaran yang benar (Tit. 2:7-8); dan menjaga agar semua orang percaya tetap di dalam kasih karunia Allah (Ibr. 12:15; Ibr. 13:17; 1 Ptr. 5:2).

Gembala lebih berfungsi mendidik umat Allah dan menjadi “bapa rohani” dari jemaatnya.

Tugas mereka dinyatakan dalam Kis. 20:28-31, yaitu sebagai pelindung kebenaran rasuli dan kawanan domba Allah dengan berjaga- jaga terhadap ajaran palsu dan guru-guru palsu di dalam gereja. Mereka berfungsi sebagai gembala yang meneladani Tuhan Yesus Kristus sendiri  sebagai Gembala Agung (Yoh. 10:11-16; 1 Ptr. 2:25; 5:2-4).

Fungsi Gembala sangat penting dalam maksud Allah bagi gereja-Nya. Gereja yang gagal memilih gembala yang saleh dan setia tidak akan dipimpin lagi menurut kehendak Roh Kudus (1 Tim. 3:1-7). Gereja tersebut akan terbuka lebar untuk dimasuki kuasa-kuasa perusak dari Iblis dan dunia (Kis. 20:28-31). Pemberitaan dan pengajaran firman akan diputarbalikkan dan patokan-patokan Injil akan hilang (2 Tim. 1:13-14). Anggota dan keluarga gereja tidak akan dipelihara sesuai dengan maksud Allah (1 Tim. 4:6,12-16; 1 Tim. 6:20-21). Banyak orang akan meninggalkan kebenaran firman, dan berbalik kepada hal-hal yang bersifat mistis atau takhayul dan dongeng-dongeng (1 Tim. 1:4; 1 Tim. 4:7; 2 Tim. 4:4; Tit. 1:14; 2 Ptr. 1:16).

Sebaliknya, apabila yang ditugaskan adalah gembala yang saleh dan hidup dalam kebenaran firman Tuhan, maka orang percaya akan terpelihara dengan firman dan iman, dalam ajaran yang sehat, serta dilatih untuk beribadah (1 Tim. 4:6-7 ). Gereja akan dibina untuk bertekun di dalam ajaran Kristus dan para rasul sehingga dengan demikian memastikan keselamatan mereka (1 Tim. 4:16; 2 Tim. 2:2).

5. PENGAJAR ATAU GURU

Para guru atau pengajar, adalah mereka yang memiliki karunia yang diberikan Allah secara khusus untuk memuridkan (Mat. 28:19), yaitu mengajar, menjelaskan, menguraikan secara terperinci, serta memberitakan Firman Allah yang benar, untuk  membangun pengetahuan bagi  tubuh Kristus (Ef. 4:12).

Alkitab menyatakan bahwa sasaran pendidikan Kristen ialah “kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas” (1 Tim. 1:5). Jadi, bukti dari pengetahuan Kristen bukanlah sekadar apa yang kita ketahui atau sekedar pengetahuan, tetapi bagaimana kita hidup, yaitu buah dan manifestasi kasih, kemurnian, iman, dan kesalehan.

Guru atau pengajar, sangat penting dalam maksud Allah bagi gereja-Nya. Gereja yang menolak atau tidak bersedia mendengarkan para guru dan teolog yang tetap setia kepada pernyataan alkitabiah tidak akan memperdulikan lagi kesungguhan berita alkitabiah dan penafsiran yang tepat atas ajaran asli Kristus dan para rasul.

Gereja di mana guru dan teolog semacam itu tetap diam tidak akan bertahan di dalam kebenaran. Angin pengajaran yang baru akan diterima tanpa diselidiki, lalu pengalaman agamawi, manipulasi emosi  yang hanya berdasarkan pikiran manusia, tanpa pimpinan dan tuntunan Roh Kudus akan menjadi standar untuk doktrin, pengajaran dan praktik gerejani yang menyesatkan. Sebaliknya, gereja yang mendengarkan ajaran para guru dan teolog yang saleh akan mengukur ajaran dan kelakuannya dengan kesaksian Injil dan pengetahuan firman Tuhan (Alkitab) yang mendasar. Unsur-unsur pikiran yang salah akan tersingkap dan kemurnian dari berita asli Kristus diwariskan kepada keturunannya. Firman Allah yang terilhamkan akan menjadi ujian bagi semua ajaran, dan gereja akan senantiasa diingatkan, bahwa “firman yang diilhamkan Roh Kudus merupakan kebenaran dan kekuasaan tertinggi”, dan dengan demikian, menjadi lebih tinggi daripada gereja dan lembaganya.

Sedikit perbedaan dari gembala dan pengajar (guru) adalah, Gembala lebih berfungsi memelihara dan mendidik jemaatnya, dan menjadi “bapa rohani” bagi mereka . Sedangkan Pengajar (guru), lebih berfungsi mengajar umat Allah tentang “Pengetahuan” Firman / Alkitab yang benar dan sehat.

KESIMPULAN:

Ef. 4:11 mendaftar karunia pelayanan (yaitu, para pemimpin rohani yang berkarunia) yang diberikan Kristus kepada gereja. Paulus menyatakan bahwa Kristus memberikan berbagai karunia pelayanan ini dengan tujuan:

  1. Untuk mempersiapkan umat Allah bagi tugas-tugas pelayanan (Ef. 4:12).
  2. Bagi pertumbuhan rohani tubuh Kristus sebagaimana dikehendaki Allah (Ef. 4:13-16).            
  3. Untuk menyatakan “KUASA” Allah dan manifestasi hadirat Roh Kudus dalam gereja.
  4. Untuk menyatakan kuasa, setiap anggota Tubuh Kristus harus dilatih atau dirangsang Bakat/talentanya, minat/passionnya sehingga bisa diketahui dan dikembangkan untuk memperlengkapi gereja, sehingga gereja dapat bertumbuh dan berbuah-buah (misalnya, orang yang punya karunia kesembuhan, karunia itu baru akan muncul kalau dia dilatih berdoa untuk orang sakit melalui pelayanan-pelayanan di rumah sakit, tetapi biasanya sudah bisa dilihat dari “minat” orang tersebut untuk melayani orang sakit).