Pendahuluan
Pengajaran mengenai akhir jaman, tidak bisa dilepaskan dari rencana kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali. Walaupun istilah kedatangan Kristus kedua kali tidak terdapat dalam kitab Perjanjian Baru, namun istilah ini terdapat di dalam tulisan orang-orang Kristen mula-mula. Istilah ini sudah dipergunakan orang sejak pertengahan abad kedua, bahkan mungkin lebih awal lagi. Karena itu perlu bagi kita orang-orang percaya untuk belajar dan mengerti tentang kedatangan Kristus yang kedua kali, agar kita tidak tawar hati, dan pengharapan kita tidak pernah hilang.
Pengajaran tentang kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali
Berita tentang kedatangan Kristus kedua kali terdapat dalam segenap Alkitab. Di dalam Perjanjian Baru, doktrin atau pengajaran ini terdapat dalam 453 ayat dari 7.957 ayat Perjanjian Baru versi King James. Atau dengan kata lain, satu dari delapan belas ayat berisi tentang kembalinya Tuhan Yesus yang ke-dua kali.
Pengertian dari kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali meliputi:
- Adalah gambaran yang hangat dan kasih mengenai persekutuan yang intim (kembali, kedatangan, dan kehadiran seorang teman)
- Menggambarkan kedatangan yang penuh kemulian dari penguasa tertinggi alam semesta (hal ini menyangkut kedatangan Kristus kembali untuk mengangkat orang-orang percaya).
2 tahap kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali meliputi:
- Kedatangan Kristus di udara / angkasa untuk mengangkat gereja-Nya.
- Kristus akan datang kembali dengan menginjakkan kaki-Nya di bumi / secara fisik.
Pengangkatan Gereja:
Pengangkatan Gereja (Rapture) menunjuk pada pengangkatan gereja dari bumi untuk menyongsong Tuhan di angkasa.
Rasul Paulus mengkonfirmasikan berita pengharapan mengenai kepastian kedatangan Kristus untuk mengangkat gereja-Nya. Pada saat itu, Rasul Paulus sedang menghadapkan kepada jemaat Tesalonika fakta yang ada di depan jemaat tersebut, yaitu “murka Allah” atau Tribulasi yang akan menimpa seluruh manusia di muka bumi secara mendadak, karena itu, Paulus menganjurkan agar jemaat mengenakan perlengkapan pertahanan rohani, berupa kekudusan, Iman, dan kasih.
Tujuan dari adanya kesengsaraan besar (tribulasi)
Kalau kita tidak dapat membedakan antara Gereja dan Israel, maka kita akan mengalami kesulitan untuk memahami tujuan dari masa kesusahan tersebut.
Alkitab menjelaskan bahwa “Tribulasi adalah masa kesusahan bagi bangsa Israel”. Karena itu, “hari pencobaan” tersebut tidak dimaksudkan untuk gereja, sebab Gereja telah mengalami pengangkatan sebelum masa tersebut, karena kesusahan besar itu bertujuan untuk mempersiapkan Israel dan bangsa yang lain untuk bertobat.
Tujuan dari pengangkatan gereja (rapture) adalah:
Pengangkatan gereja akan terjadi sebelum masa kesukaran merupakan satu-satunya pendapat yang memungkinkan penafsiran harafiah terhadap semua bagian tentang masa kesukaran besar baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Pendapat bahwa pengangkatan gereja akan terjadi sebelum masa kesukaran membedakan dengan jelas antara Israel dan gereja beserta berbagai programnya masing-masing.
Pengangkatan gereja terjadi sebelum masa kesukaran, secara tepat diartikan sebagai masa persiapan untuk pemulihan Israel. Tidak satupun bagian dalam Perjanjian Lama tentang masa kesukaran yang menyebutkan mengenai gereja, demikian juga dalam dalam Perjanjian Baru.
Terangkatnya gereja tidak pernah disebutkan dalam satu bagian Alkitab yang berbicara tentang kedatangan Kristus yang ke dua kali sesudah masa kesukaran. Gereja tidak ditentukan untuk mengalami murka.
Pada waktu gereja diangkat, semua orang yang beriman kepada Kristus, pergi ke rumah Bapa di surga dan tidak segera kembali ke dunia sesudah bertemu dengan Kristus di angkasa, hal ini terjadi karena kematian Kristus membebaskan orang-orang percaya dari semua hukuman. Setelah pengangkatan, semua orang beriman zaman ini harus menghadap tahta Pengadilan Kristus di sorga. Orang-orang saleh yang tersisa dari masa kesukaran adalah orang-orang Israel, bukan orang-orang percaya dalam Kristus.