Pendahuluan
Pengajaran mengenai akhir jaman, tidak bisa dilepaskan dari rencana kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali. Adapun tahapan kedatangan Kristus yang kedua dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Adanya sebuah tanda, yaitu tanda yang merupakan seruan sebagai tanda perintah dari Sang Juruselamat bagi pengangkatan gereja-Nya.
- Seruan Malaikat yang tertulis dalam 1 Tesalonika 4:16, merupakan suara yang menyertai seruan perintah dari Tuhan Yesus Kristus.
- Tiupan Sangkakala yang mengandung arti bersiaplah untuk pengangkatan.
- Kristus turun dari sorga
- Kebangkitan orang percaya/gereja, yaitu peristiwa Pengangkatan, dimana orang yang mati di dalam Kristus akan dibangkitkan terlebih dahulu, baru kemudian orang yang hidup diubahkan. Namun demikian, baik yang mati dalam Kristus maupun yang masih hidup akan diubahkan dalam sekejap mata dan seketika, tidak terjadi secara bertahap
- Alkitab menjelaskan bahwa Kristus akan memberikan tubuh yang baru kepada setiap orang percaya, yang sempurna, seperti tubuh-Nya yang mulia.
- Menyongsong Tuhan di angkasa, yang merupakan tempat/lokasi pertemuan Gereja dengan Kristus, bukan di sorga, di bumi atau diluar angkasa.
Tahta Pengadilan Kristus
Setelah orang-orang percaya mengalami pengangkatan (rapture), maka mereka akan menghadap Takhta Pengadilan Kristus, untuk mempertanggung-jawabkan apa yang sudah mereka kerjakan dalam pelayanan mereka bagi Allah dan sesama, selama mereka hidup di dunia. Semua orang percaya yang mengalami pengangkatan (rapture), harus menghadap Tahta Pengadilan Kristus, tanpa ada perkecualian. Tahta Pengadilan Kristus, bukanlah suatu bangku pengadilan yang bertujuan “menghakimi dosa” orang percaya, tetapi bertujuan menguji dan menilai pekerjaan pelayanan orang percaya.
Kehidupan orang percaya selama di dunia ini, ibarat suatu pertandingan iman, dan Allah sedang memperhatikan setiap peserta pertandingan (1 Kor. 9:24-25; 2 Tim. 4:7). Sesudah orang-orang percaya menjalani pertandingannya, maka Allah akan mengumpulkan mereka di hadapan Tahta Pengadilan Kristus untuk menguji dan menilai pekerjaan pelayanan masing-masing orang percaya (1 Kor. 3:12-15), dan memberikan pahala (mahkota dan upah) yang setimpal bagi setiap orang.
Pahala (mahkota dan upah) adalah bentuk pujian dari Allah yang diberikan kepada orang-orang percaya (1 Kor. 4:5), untuk menentukan kehormatan dan kemuliaan seseorang dalam Kerajaan Seribu Tahun (Millenium)(Why. 4:10). Pahala dapat hilang (1 Kor. 9:27; 2 Yoh. 1:8), sehingga yang tidak mendapatkannya, akan kehilangan kemuliaan dan pujian (1 Kor. 3:15), serta mendapat malu di hadapan Tuhan (1 Yoh. 2:28).
Perjamuan Kawin Anak Domba
Pesta perjamuan kawin Anak Domba merupakan penggambaran keintiman hubungan antara Kristus dengan mempelai-Nya yaitu gereja kudus yang diangkat.
Persiapan-persiapan calon pengantin Kristus:
- Calon mempelai wanita (gereja) harus mempersiapkan diri sedemikian rupa karena dia tidak tahu kapan waktunya calon mempelai pria akan datang, karena saat ini merupakan waktu penantian kedatangan mempelai prianya yaitu Kristus.
- Calon mempelai wanita (gereja) harus menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, serta hidup dalam kebenaran karena sudah “dibenarkan”.
- Membangun karakter yang semakin baik dan hubungan yang semakin intim dengan Kristus, dan terus bertumbuh dalam kekudusan, karena sudah “dikuduskan” untuk menjadi semakin serupa dengan Dia.
- Sampai akhirnya, ketika Dia datang kembali, kita sebagai gereja-Nya telah siap menjadi calon mempelai Kristus yang dewasa secara rohani dengan karakter yang matang, sehingga kita diubahkan dalam tubuh kemuliaan, untuk “dimuliakan” bersama dengan Dia.
Dalam Matius 22:1-14, Tuhan Yesus menyatakan perumpamaan tentang perjamuan kawin yang dibagi menjadi:
- Allah mengadakan perjamuan kawin bagi Anak-Nya (ayat 1-3).
- Bangsa Israel menolak injil Kristus (ayat 4-8).
- Bangsa-bangsa lain menerima injil Kristus (ayat 9-10).
- Hukuman bagi yang tidak memakai pakaian pesta (ayat 11-14).
Kesimpulan
Tujuan dan kehendak Allah dari awal sampai akhir, yang dinyatakan dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dilakukan dan dikerjakan Allah, untuk mempersiapkan gereja-Nya masuk dalam pengangkatan (rapture), menghadap tahta pengadilan Kristus, sampai perjamuan kawin bagi anak-Nya yang telah menyelesaikan pekerjaan penebusan dalam misi menyelamatkan manusia.
Karena itu, sebagai gereja-Nya, kita harus menjadi calon mempelai Kristus yang berkenan kepada-Nya, pertama-tama dengan bertobat (Mat. 4:17), menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Rom. 10:9-10), selanjutnya hidup dengan taat, tekun dan setia dalam kebenaran dan kekudusan Tuhan (1 Kor. 6:11), sehingga sampai akhirnya, ketika Dia datang kembali, kita sebagai gereja-Nya telah siap menjadi calon mempelai Kristus yang dewasa secara rohani dengan karakter yang matang, dan kita diubahkan dalam tubuh kemuliaan, untuk dimuliakan bersama dengan Kristus (Rom. 8:30).