Siapa yang tidak ingin bisnisnya menjadi besar?
Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat. (Pengkhotbah 10:10)
Yang membuat Bisnis itu besar apakah Bisnis itu sendiri atau orang yang di dalam bisnis itu? Jawabannya adalah ORANG.
Ada 1 contoh kasus:
Seseorang pemiliki perusahaan sudah membangun struktur organisasi di dalam perusahaannya tetapi pada kenyataannya sturktur ini tidak berjalan dengan sebagaimana seharusnya, sehingga owner ini yang banyak menghandle pekerjaan dalam perusahaannya. Akibatnya owner tersebut stress dengan pekerjaannya, tidak bisa mempercayai orang bahkan kehabisan waktu pribadi.
Untuk dapat mengelola orang, kita harus memiliki struktur organisasi. Meskipun Anda memiliki usaha yang kecil, tetap struktur itu perlu, paling tidak Anda tidak bekerja sendiri. Karena jika anda single fighter, anda akan mengalami kelelahan dan kehabisan waktu pribadi bersama keluarga Anda.
Dalam struktur organisasi ada Pimpinan dan Anak buah. Dalam suatu perusahaan / bisnis pastikan ada 2 jabatan ini. Disamping itu juga dalam perusahaan yang sehat, harus ada pembukuan. Untuk mengerjakan banyak hal ini, Anda sebagai owner harus Hire (mempekerjakan) anak buah untuk dipercayakan mengerjakan perkerjaan dalam bisnis Anda termasuk juga keuangan dalam perusahaan Anda.
Ketika mulai menambah orang, memang kelihatan biaya menjadi cukup besar. Tetapi Anda memiliki waktu yang cukup untuk berpikir untuk mengembangkan bisnis Anda. Dan ketika makin kompleksnya pekerjaan yang ada di perusahaan Anda, mulailah menempatkan penanggungjawab di beberapa divisi (Marketing, Keuangan, dll). Fungsinya dari hal ini adalah supaya ketika perusahaan ini menjadi besar dan ada rencana untuk membuka cabang, Anda (Owner) dapat mengkader dan menempatkan orang-orang penting di tempat yang baru.
Di dalam struktur harus ada hal-hal berikut ini:
- Kejelasan tugas dan tanggung jawab.
Contoh: Seorang karyawan jika mengerjakan di bidang Keuangan, orang tersebut sebisa mungkin tidak mengerjakan pekerjaan produksi.
Jika seseeorang memiliki tugas dan tanggungjawab yang jelas, dia akan mengerjakan tugasnya dengan lebih maksimal. Tetapi jika perusahaan masih belum besar, mungkin karyawan masih bisa mengerjakan beberapa bidang tetapi orang tersebut harus memiliki kejelasan tanggungjawab yang tidak bentrok dengan tanggungjawab karyawan yang lain.
- Kejelasan kedudukan.
Jika dalam perusaaan tidak memiliki struktur, maka karyawan akan memiliki level yang sama. Jika tidak adanya struktur, ketika Anda akan menerapkan struktur dalam perusahaan, karyawan satu dengan yang lain akan terjadi masalah; yaitu karyawan yang Anda angkat sebagai atasan dari karyawan yang lain ketika menegur rekannya, mereka akan menyepelekan tersebut. Sebaiknya terapkan struktur organisasi dalam perusahaan Anda sedini mungkin dan pilihah orang yang berpotensi & disegani oleh karyawan yang lain. Jika dalam karyawan Anda tidak ada yang berpotensi untuk memimpin, Anda perlu mempekerjakan orang baru di posisi tersebut.
- Kejelasan jalur hubungan
Tentukan jalur hubungan antara Anda dengan karyawan Anda. Jika dalam perusahaan Anda sudah terdapat struktur, Anda tidak bisa menginterupsi sembarang karyawan. Contoh: Jika karyawan A merupakan kepala dari karyawan B, maka Anda sebagai Owner tidak boleh langsung memberi perintah pada karyawan B, melainkan Anda sampaikan perintah tersebut ke karyawan A untuk disampaikan ke karyawan B. Demikian sebaliknya, jika karyawan B memiliki masalah, karyawan B sebaiknya tidak langsung mengutarakan ke Owner, tetapi bicara dulu ke Karyawan A yang sebagai atasan dari B. Dan juga dalam hal menegur, teguran untuk karyawan B sebaiknya tidak disampaikan oleh Owner secara langsung, melainkan karyawan A yang menegur (kecuali dalam keadaan darurat).
Jika ada karyawan B bicara langsung kepada Anda, Anda sebagai Owner harus mengarahkan ke atasannya. Dengan demikian Anda mengangkat citra dari Karyawan A, dan struktur dalam perusahaan Anda akan stabil.
- Membangun kemandirian
Struktur organisasi diciptakan untuk mandiri. Supaya karyawan bisa mandiri, karyawan tersebut harus diberikan kewenangan. Jangan takut untuk kehilangan sesuatu. Untuk meminimalkan kerugian, beri batasan dalam kewenangan dalam setiap karyawan, kalau perlu tempatkan pekerjakan Auditor keuangan dalam perusahaan Anda.
- Membangun sinergi team
Hal ini perlu dibangun supaya struktur yang sudah Anda bangun tetap kuat.
- Merancang kaderisasi untuk persiapan kepemimpinan organisasi
Jika Anda sudah memiliki struktur dan struktur itu diberdayakan, Anda akan mudah sekali dalam membuka perusahaan yang baru karena sudah memiliki karyawan yang berkualitas.
- Efektifitas struktur
Struktur yang Anda buat bisa efektif jika anda menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat. Pelajari kemampuan karyawan Anda dan tempatkan di posisi yang dia mampu kerjakan.
Right man in the right place (Orang yang tepat di tempat yang tepat)
Pilihlah orang yang dapat dipercaya, takut akan Tuhan dan tidak cinta akan uang.
- Miliki kepercayaan
Berikan kepercayaan kepada anak buah 100%. Tetapi kewenanganya tetap dibatasi supaya tidak mengalami kerugian yang besar. Dengan kepercayaan inilah yang memampukan Anda mendelegasikan, dan membuat karyawan Anda berani mengambil keputusan. Ketika Karyawan Anda mengambil keputusan yang salah respon Anda harus benar, yaitu jangan langsung dimarahi tapi cari tau apa yang membuat mereka mengambil keputusan yang salah lalu dinasehati dengan baik dan tetap diberi kepercayaan.
- Kepemimpinan
Struktur organisasi sangat ditentukan oleh pola kepemimpinan. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan dengan memberikan arahan yang jelas dan harus obyektif (kinerja), tidak menyudutkan pada 1 orang.
- Milikilah common sence (Pikiran yang sehat)
Melihat sesuatu dengan cara yang sederhana, dengan runtutan kronologis, yang bisa dicerna oleh logika dan dengan simple.
- Proses kerja yang jelas.
Harus memiliki SOP, Jobdesk, Alur Pembelian, dll
- Budaya perusahaan yang kuat.
Budaya ini berbicara tentang roh. Budaya ini tergantung dari karakter Bos. Budaya yang baik adalah menciptakan antusias dan semangat dalam bekerja.
Kesimpulan: Ganti fokus Anda. Jangan hanya fokus di pekerjaan, melainkan fokus ke pengembangan orang. Jadilah Pemimpin bukan jadi Bos.