Takhayul atau Mitos, saya percaya semua orang sudah tidak asing lagi dengan hal ini. Bahkan, gak jarang diantara kita masih ikut-ikutan percaya dengan mitos-mitos yang ada di masyarakat.
Sebelumnya, sebenarnya apa sih pengertian Mitos??
Mitos dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti kepercayaan kepada sesuatu yang dianggap ada, tetapi sebenarnya tidak ada.
Saat ini, masih banyak sekali mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Contohnya:
- Cewek gak boleh duduk di depan pintu, karena dipercaya akan susah dapet jodoh. Faktanya, jodoh ada ditangan Tuhan, pintu gak akan ikut-ikutan ngatur jodoh kita.
- Nabrak kucing, berarti kita bakalan kena sial.
- Bersiul dimalam hari, hati-hati nanti kita digangguin setan.
- Nyapu gak bersih, nanti suaminya brewok lho.
- Tata letak rumah (feng shui)
- Zodiak, shio
- Melakukan sesuatu pada hari-hari tertentu (hari baik)
Padahal, semua hari yang Tuhan berikan adalah baik ada nya. Pasti dalam pikiran kita, kita pernah berpikir “bener gak sih?”, “nanti kalo beneran terjadi gimana?” dll.
Nah.. Sebenernya gimana sih seharusnya sikap kita sebagai orang yang percaya (sebagai anak-anak Tuhan) dalam menghadapi mitos-mitos yang ada ini? Apa kita harus ikut percaya sebagai toleransi, atau mungkin kita ikut-ikutan was-was dan takut?
Jawabannya : ENGGAK !
Karena dalam firman Tuhan sendiri udah tertulis dengan jelas di 1 Timotius 4 : 7a
“ tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua.” (1 Timotius 4:7a)
Udah jelas kan? kita dihimbau untuk menjauhi takhayul. Kenapa? ya karena udah jelas banget gak sesuai dengan firman Tuhan. Dengan percaya sama mitos, itu sama aja kita melanggar firman Tuhan lho.
Sikap kita seharusnya menguji setiap mitos yang ada, sesuai gak dengan firman Tuhan? Firman Tuhan itu lengkap banget, ada teguran, ada janji, dll; jadi semuanya itu ada di dalam firman Tuhan. Jadikan firman Tuhan sebagai dasar acuan kita untuk bersikap.
Terus mungkin kita juga pernah berpikir, “kalo mitos itu gak bener, kok buktinya pernah beneran terjadi sih?”
Ya, segala sesuatu mungkin terjadi kalo kita mengimani dan mengamininya. Kalo kita udah tau mitos itu gak bener, dan gak ada, ya kita jangan pikirin lagi. Semisal, kita gak sengaja nabrak kucing, kita gak perlu takut sampai mikir yang enggak-enggak. Percayalah, kita gak akan kena sial cuma gara-gara nabrak kucing.
Kehidupan kita itu Tuhan yang atur, bukan mitos-mitos konyol yang ada di masyarakat.
Bisa dikatakan saya ini orang yang anti sama yang namanya mitos (bukan meremehkan), setiap kali ada orang yang mulai membicarakan mitos dan menasihati saya, saya akan mulai berkata dalam hati saya “ aduh.. masih percaya aja.. mana? ada gak di alkitab? “ itu saya pakai sebagai acuan saya, kalau gak ada di alkitab ya udah saya gak akan percaya.
Pernah suatu hari saudara saya berkata “jangan pindah rumah hari Sabtu, nanti bakalan sakit-sakitan” “ini tata letak rumahnya jelek. Gak hogi” “kita itu harus doain arwah nenek moyang, supaya mereka tenang masuk surga”
Jujur, saya cuma bisa ketawa dalam hati saya, karena yang ngomong kayak gitu bukan orang yang gak kenal sama Tuhan, tapi malah orang-orang yang “ngakunya” anak Tuhan.
Nah lohhh… Jadi?? masih mau percaya sama mitos-mitos? Udah gak zaman deh…
Yuk.. perbaharui pola pikir kita. Jadikan alkitab (Firman Tuhan) sebagai acuan hidup kita.
- JMD –