031-5963367

Pendahuluan

Setelah  orang-orang kudus (gereja) Tuhan mengalami pengangkatan atau rapture, dan sementara menghadapi  Tahta Pengadilan Kristus, serta menikmati  Perjamuan Kawin Anak Domba, maka di bumi sedang terjadi  masa kesengsaraan besar (Tribulasi).

Mereka yang tertinggal di bumi, akan mengalami kesusahan dan kesengsaraan yang sangat besar, karena antikristus datang, setelah Roh Kudus yang selama ini menahan dia sudah terangkat ke surga (2 Tes. 2:6-8).

 

Masa kesengsaraan besar (Tribulasi)

Pengertian dari masa kesengsaraan besar atau Tribulasi adalah, suatu masa kesengsaraan yang dahsyat sebagai akibat dari tindakan Antikristus dan murka Allah yang sangat mengerikan yang menimpa semua umat manusia yang diam di bumi pada saat itu (Wah. 3:10). Banyak sebutan-sebutan yang dipakai untuk Tribulasi, yaitu: Hari Tuhan (Yoel 2:1; 1 Tes.5:2), Amarah Tuhan (Yes. 34:2), Hari Pembalasan Allah (Yes. 34:8),

Waktu kesusahan bagi Yakub (Yer. 30:7), Sayap kekejian (Dan. 9:27),  Masa kesesakan besar (Dan. 12:1), Masa yang ketujuh puluh (Dan. 9:24-27), Akhir zaman (Mat. 13:40,49), Masa siksaan (Mat 24:21,29), Hari Pencobaan (Wah. 3:10), dan Murka (1 Tes. 5:9).

Tribulasi berlangsung selama tujuh tahun (Dan. 9:27) atau dua kali empat puluh dua bulan atau seribu dua ratus enam puluh hari (Wah. 3:10; 11:12; 12:6), dimana Tiga setengah tahun pertama disebut ‘kesusahan’ (Yer. 30:7), tiga setengah tahun kedua dinamai masa ‘kesusahan besar’ (Dan. 12:1; Wah. 7:14). Tujuan dari Tribulasi adalah:

  • Bagi bangsa Israel adalah mempersiapkan mereka untuk menyambut dan menerima kedatangan Kristus (Dan. 12:2; Yer. 30:7). Melalui kesukaran yang dahsyat di dalam Tribulasi ini, banyak orang Yahudi akan bertobat (Wah. 7:1-8; Mat. 25:1-13).
  • Sedangkan bagi bangsa-bangsa lain bukan Yahudi adalah untuk memberikan kesempatan terakhir bagi mereka untuk bertobat dan menerima Yesus (Wah. 7:9; Mat. 25:31-46).
  • Merupakan bentuk hukuman atau murka yang setimpal bagi berbagai bangsa atau orang yg menolak Kristus (Wah. 3:10; 6:15).

Antikristus

Siapakah yang disebut Antikristus ini? Menurut Alkitab, Antikristus (1 Yoh. 2:18) dan nabi-nabi palsu, akan datang untuk mengatur serangan terakhir Iblis terhadap Kristus dan orang kudus sesaat sebelum Kristus mendirikan kerajaan-Nya di bumi. Paulus menyebut antikristus ini sebagai “manusia durhaka yang harus binasa” (2 Tes. 2:3). Istilah lain di Alkitab adalah “binatang yang keluar dari dalam laut” (Wah. 13:1-10), “binatang yang berwarna  merah ungu” (Wah. 17:3), dan “binatang” (Wah. 17:8,16; 19:19-20; 20:10).

Antikristus dan nabi-nabi palsu, akan menguasai dunia, dan mereka akan menyiksa orang-orang yang tidak mau menjadi pengikutnya, termasuk “orang-orang Kristen” yang tertinggal. Antikristus akan memberikan tanda di tangan dan dahi, yaitu angka 666. Bagi mereka yang tidak mempunyai tanda itu, tidak bisa melakukan kegiatan ekonomi seperti jual-beli dan perdagangan. Angka 6 merupakan symbol angka manusia dalam Alkitab dan angka 3 merupakan symbol angka bagi Allah. Oleh karena itu, tiga angka enam yang berjajar (666) melambangkan seorang manusia yang telah mengangkat dirinya sendiri sebagai allah.

 

Kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali (Parousia)

Bila saat itu tiba, Yesus Kristus akan datang dengan menunggang kuda putih, dengan disertai pasukan Surgawi untuk melaksanakan otoritas sebagai Hakim yang adil (Wah. 19:11), dan Dia mengenakan mahkota (Wah. 19:12) yang menunjukkan kedaulatannya-Nya sebagai Raja diatas segala Raja, Tuhan diatas segala Tuhan (Wah. 19:15-16).

Kristus akan kembali dan turun tangan secara adikodrati untuk membinasakan antikristus,nabi-nabi palsu, beserta seluruh bala tentaranya dan semua orang yang tidak taat kepada Injil (Wah. 19:15,17,19-21).

 

Perang Harmagedon

Pada akhir kesengsaraan besar, Iblis akan mengumpulkan banyak bangsa di Harmagedon di bawah pimpinan antikristus dan berperang melawan Kristus dan umat-Nya di dalam suatu pertempuran yang akan melibatkan seluruh dunia di suatu tempat yang disebut Harmageddon di lembah Megido (Wah. 16:16). Setelah itu terjadi pertempuran besar disana. Semua Raja di bumi berikut pasukannya berperang melawan Kristus dan umat Allah. Namun, si binatang (anti-Kristus) dan nabi palsu dikalahkan secara total oleh Kristus.

 

Perang Harmagedon terjadi:

 

Kekalahan Antikristus

Anti Kristus, nabi-nabi palsu, dan iblis dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang yang menyala-nyala. Setan dilemparkan selama 1000 tahun di jurang tanpa dasar. Sehingga ia tidak dapat menipu bangsa-bangsa. Setelah itu, terjadi Pemerintahan Kristus dan umat tebusan-Nya dalam Pemerintahan 1000 tahun. Kristus memiliki kekuasaan absolut di muka bumi ini. Bangsa-bangsa harus tunduk dan mengakui Kristus, suka atau tidak suka.

Setelah itu Kristus akan mengikat Iblis dan mendirikan kerajaan-Nya di muka bumi (Wah. 20:1-6).

 

Kesimpulan

Kedatangan Yesus kedua kali (Parousia) adalah suatu fakta kebenaran yang tidak dapat dihindari. Memang, doktrin atau pengajaran tentang Parousia hampir seluruhnya bertentangan dengan logika yang cenderung menolak hal-hal yang bersifat adikodrati atau supranatural.

Tetapi, Kedatangan Yesus kedua kali adalah janji Allah yang harus ditanggapi dengan pola pikir rohani yang bersifat supranatural. Hanya manusia rohanilah yang dapat memahami hal-hal yang rohani. Manusia jasmani sudah pasti tidak dapat menerimanya, karena hal-hal itu harus ditanggapi dengan rohani yaitu iman yang dikerjakan oleh Roh Kudus (1 Kor. 2:14-16).