Pelajaran dari lima roti dan dua ikan
Luk 9:10-17
Setelah melayani dari desa ke desa, berkeliling ke beberapa daerah untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir setan-setan. Murid-murid kembali kepada Yesus dalam keadaan yang lelah dan tidak sempat makan (Mrk 6:30-31).
Mereka bermaksud untuk menyingkir dan menyendiri, tetapi orang banyak berbondong2 datang.
Hari mulai petang & Yesus tergerak oleh belas kasihan dan Yesus ingin memberi makan kepada orang banyak itu.
Murid-murid mengetahui bahwa apa yang ada pada mereka tidak cukup untuk memberi makan lima ribu orang, jadi mereka berargumen kepada Yesus.
1. Suruhlah orang banyak pergi (Luk 9:12)
– ketika hadapi masalah, ada orang yg ingin masalahnya disingkirkan.
2. Kecuali kami yang pergi (Luk 9:13)
– Ada orang yang ketika hadapi masalah besar, ingin “pergi” dari masalahnya, ingin lari dari masalah.
Apa yang dialami murid-murid saat itu, bisa saja terjadi dalam kehidupan kita.
Kita sudah melayani Tuhan, kita sudah rajin ibadah, kita sudah rajin mengikut Yesus, tetapi masalah besar tetap mungkin terjadi dalam hidup kita.
Ketika hadapi masalah besar, yang diluar kemampuannya untuk menyelesaikan, seseorang cenderung melarikan diri dari masalah atau berdoa meminta kepada Tuhan, agar Tuhan menyingkirkan masalah itu.
Padahal, kadangkala Tuhan mengijinkan masalah terjadi agar kita dapat melihat bagaimana Tuhan melakukan mujizat melalui masalah yg kita hadapi.
Tuhan ingin bekerja melalui masalah untuk mendatangkan kebaikan bagi kita
Rom 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Dalam kisah ini, Tuhan sudah tahu apa yang hendak Dia lakukan (Yoh 6:6)
Tuhan sudah menyediakan jalan keluar dalam setiap masalah yang terjadi (1Kor 10:13).
“*Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya*.”
Bayangkan bagaimana perasaan murid-murid ketika mereka
– melihat roti dan ikan dimultiplikasikan oleh Yesus
– ikut memegang dan membagikan roti dan ikan yang termultiplikasi
– ikut mengumpulkan sisa-sisa roti dan ikan
– membawa pulang 12 bakul (1 bakul untuk 1 org)
Tetapi kadangkala pikiran kita sendiri yang membatasi untuk melihat kuasa Allah. Karena ketakutan kita, karena kekuatiran kita, kita bisa salah berdoa, salah meminta.
Bayangkan,
apa yang terjadi jika Yesus mengabulkan keinginan murid-murid?
apa yang terjadi jika Yesus membubarkan orang banyak itu?
apa yang terjadi jika Yesus mengijinkan murid-murid pergi dari tempat itu?
Tidak akan ada cerita Yesus memberi makan lima ribu orang
Tidak akan ada cerita murid-murid melihat Yesus memultiplikasi lima roti dan dua ikan di depan mata mereka
Tidak akan ada ceritanya murid-murid ikut membagi-bagikan roti dan ikan yang termultiplikasi
Tidak akan ada cerita murid-murid membawa pulang 1 bakul untuk 1 orang murid.
Dengan mengusir orang banyak itu, murid-murid itu juga “mengusir” kesempatan untuk melihat mujizat terjadi.
Dengan pergi dari orang banyak, murid-murid itu juga “pergi” dari kesempatan untuk melihat mujizat.
Kita perlu hati-hati ketika berdoa minta masalah kita disingkirkan, jangan-jangan kita sedang meminta Tuhan untuk membatalkan mujizat yang Dia sudah rencanakan akan terjadi dalam hidup kita.
Every problem is an opportunity for a miracle
Setiap masalah adalah kesempatan terjadinya mujizat
Jangan tergesa-gesa meminta Tuhan untuk menyingkirkan masalah
Jangan tergesa-gesa untuk lari meninggalkan masalah
Ijinkan Tuhan melakukan mujizat dalam hidup kita
Jadi, menurut kamu:
– bagaimanakah seharusnya sikap murid-murid saat itu?
– kata-kata apa yang seharusnya mereka ucapkan kepada Yesus?
Silahkan tuliskan komentar kamu dibawah ini ya
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.
Sabtu.09.09.2023
Resume Doa Fajar