2Tim 1:7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban
For God hath not given us the spirit of fear; but of power, and of love, and of a “sound mind” (kjv)
Sound mind = pikiran yang tertib, pikiran yang sehat
Jika kita tidak berhati-hati, kita akan mudah sekali terjerumus ke dalam cara berpikir yang salah, atau tidak sesuai dengan kehendak dan rencana Allah dalam hidup kita. Pola pikir kita menentukan jalan hidup kita, jika cara berpikir kita benar, maka kita akan hidup di jalan yang benar. Dan begitu pula sebaliknya.
Rasul Paulus menegaskan agar kita memperbahaui pikiran kita agar kita dapat mengerti kehendak Allah dalam hidup kita. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Rom 12:2)
Alkitab mengajarkan kita cara menilai segala sesuatu melalui Firman Tuhan.
2Tim 1:7 berkata bahwa Tuhan tidak memberikan kepada kita “roh ketakutan”. Ini jelas sekali merujuk kepada orang yang hidup dalam ketakutan atau kekuatiran.
Orang yang hidup dalam ketakutan atau kekuatiran, akan melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan, atau malah tidak melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan.
Beberapa contoh dalam Firman Tuhan antara lain sebagai berikut:
– Mat 25:24-25, mencatat orang yang menerima satu talenta, hidup dalam ketakutan, sehingga tidak menjalankan talenta yang Tuhan percayakan kepadanya.
– Mat 1:19-20, Yusuf hampir saja menggagalkan rencana Allah karena ketakutannya untuk mengambil Maria sebagai istrinya
– Mar 4:35-40, murid-murid Yesus berteriak ketakutan ketika terombang-ambing dalam perahu di tengah danau
– dst
Contoh-contoh lain dalam kehidupan, antara lain sebagai berikut
– ada orang yang tidak tahu tujuan hidupnya, mengalir saja
– ada orang yang over protektif dengan anak-anak atau keluarganya
– ada orang yang hidupnya penuh dengan kekuatiran, hingga mempegaruhi orang lain untuk ikut menjadi kuatir dalam segala sesuatu
– dll
Dalam semua contoh-contoh ini, secara pemikiran manusia, mereka melakukan hal yang wajar saja ketika menghadapi ketakutan, sepertinya mereka tidak merasa bahwa apa yang dilakukan itu salah. Tetapi dalam semua kasus, Tuhan menegur bahkan menghukum mereka karena tindakan yang mereka lakukan karena takut. Yesus juga menyamakan orang yang takut dengan orang yang tidak percaya (Mark 4:40).
Yohanes, rasul yang mendapat pewahyuan tentang kasih, menulis “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”(1Yoh 4:18)
Ini lah pentingnya kita memiliki pikiran yang sehat, pikiran yang tidak dipenuhi dengan rasa takut atau kuatir. Pikiran yang tertib dan teratur adalah anugerah dari Tuhan, yang diberikan bersama dengan Roh Kudus. Ketika kita memiliki ketertiban pikiran, kita lebih mampu mendengarkan dan memahami kehendak-Nya dalam hidup kita. Firman Allah mengajarkan kita untuk memperhatikan ketertiban pikiran dengan prinsip-prinsip berikut:
1. Bertobat dan Menyerahkan: Untuk memiliki ketertiban pikiran yang sejati, kita perlu bertobat dari pikiran dan perilaku yang tidak sejalan dengan kehendak Allah. Menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya dan membiarkan Roh Kudus bekerja dalam diri kita adalah langkah pertama menuju ketertiban pikiran yang sesuai dengan standar-Nya.
2. Meditasi pada Firman Allah: Penting bagi kita untuk mengisi pikiran kita dengan Firman Tuhan. Melalui membaca, merenungkan, dan menghayati Firman-Nya setiap hari, kita membangun dasar pikiran yang kokoh. Firman Allah akan membimbing kita dalam mengenali kebenaran dan mengatasi godaan pikiran yang tidak sehat. “Dan janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, melainkan berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Rom 12:2)
3. Doa dan Komunikasi dengan Tuhan: Doa adalah sarana penting untuk menjaga ketertiban pikiran. Dalam doa, kita berbicara dengan Tuhan, membagikan kekhawatiran, kebutuhan, dan keinginan kita kepada-Nya. Dengan berkomunikasi dengan Tuhan, pikiran kita ditenangkan dan kita menyerahkan kendali hidup kepada-Nya.
4. Menjaga Pemikiran yang Positif: Setiap hari kita dihadapkan pada berbagai pilihan dalam hal apa yang akan kita fokuskan pikiran kita. Kita diimbau untuk memikirkan hal-hal yang benar, terpuji, dan yang memberi harapan (Filipi 4:8). Dengan mengarahkan pikiran kita pada kebenaran, kemurahan hati Tuhan, dan janji-janji-Nya, kita dapat menjaga pikiran kita terjaga dan terhindar dari kecemasan dan keraguan.
5. Mengandalkan Kekuatan Roh Kudus: Ketertiban pikiran yang sejati bukanlah usaha manusia semata, tetapi juga kerja Roh Kudus dalam diri kita. Dalam kelemahan kita, Roh Kudus memberikan kekuatan dan membantu kita menjaga ketertiban pikiran. Dengan bersandar pada-Nya, kita dapat mengatasi rasa takut, kekhawatiran, dan kekacauan pikiran yang mungkin muncul.
Bandingkan sikap murid-murid, setelah mereka menerima Roh Kudus, ada perubahan yang signifikan dari cara berpikirnya. Mereka yang sebelumnya hidup dalam ketakutan, menjadi berani memberitakan injil. Mereka jadi punya kapasitas untuk mengatur dan mengelola jemaat mula-mula yang begitu banyak jumlahnya dan semua sedang berapi-api untuk bersekutu dengan Tuhan.
Hari ini, marilah kita cek pikiran kita, apakah sudah sesuai dengan Firman Tuhan? Apakah kita mengalami perubahan yang sama ketika kita sudah di baptis Roh Kudus?
Masih adakah ketakutan atau kekuatiran dalam hidup kita?
Jika kita belum mengalami perubahan yg signifikan, seperti yg dialami murid-murid Yesus, jangan-jangan kita belum menerima Roh Kudus. Karena bahasa Roh bisa di palsukan dan bisa ditirukan.
Marilah kita berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan kesehatan pikiran kita sesuai dengan prinsip-prinsip Kristiani. Dalam ketertiban pikiran, kita akan menemukan kedamaian yang berasal dari Allah, kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Biarkanlah pikiran kita diperbaharui oleh Firman-Nya dan kuasa Roh Kudus-Nya, sehingga kita dapat menjadi saksi-Nya yang setia dalam segala aspek kehidupan kita.
Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Selasa.11.07.2023
Resume Doa Fajar ToC
Link Youtube : Click Here