1 Taw 29:18-19 Ya Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan.”
Daud berdoa untuk Salomo dan bangsa Israel saat menjelang kematiannya. Sebab kecenderungan hati manusia adalah jauh kepada Tuhan.
Kita akan kehilangan arah jika kita tidak fokus. Sampai suatu kejadian menyadarkan kita untuk kembali ke arah yang benar.
Dibutuhkan kompas dan mercusuar untuk sampai kepada tujuan pelabuhan yang benar.
Kompas adalah Firman Tuhan, penunjuk arah yang harus dipakai dengan cara yang benar. Mercusuar adalah Roh Kudus.
Manusia seringkali tidak sadar kehilangan arah sehingga mengejar sesuatu yang sia-sia (fana). Bahkan berani menabrak semua Firman yang sudah disampaikan. Bahkan memakai nama Tuhan untuk melakukan hal yang tidak benar (penipuan, berhutang,dll).
Ibr 4:12 -13Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Ibrani 4:12-13
Jika kita hidup dalam Firman, maka Firman akan menerangi jalanmu. Hikmat dan pengertian akan kita peroleh sehingga kita terhindar dari hal yang tidak benar.
Ibr 4:11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.
Perhentian kekal adalah arah / tujuan yang sesungguhnya. Bekerja dan berusahalah untuk sesuatu yang benar untuk menuju arah tujuan yang telah ditetapkan.
Yoh 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Jangan abaikan ajakan untuk terus terarah kepada Tuhan.
Yak 4:13-15 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
Jangan sampai kehilangan arah. Jangan sekali-kali berbuat fasik.
Tuhan Yesus memberkati 😇🙏.
Senin.05.06.2023
Resume Doa Fajar ToC
Link Youtube : Click Here