Tracker dog artinya dalam Bahasa Inggris adalah anjing pelacak, yang pastinya kita tahulah tugas anjing pelacak itu apa.
Mungkin kita pernah melihat stiker bergambar kepala anjing dan bodycopynya yang mengelilingi gambar itu yang bertuliskan: K9 Protection-Loyal, tough, dependable yang artinya Setia, tangguh, dan bisa diandalkan.
Kenapa anjing yang binatang malah dijadikan sebagai teman, bukan saya yang manusia? Kok bisa manusia digantikan binatang? Perlukah kita malu kalau ternyata anjing itu lebih berkualitas dibanding kita? Mungkin kita sempat berfikir seperti itu setelah membaca stiker yang bergambar anjing tersebut. Memang kesetiaan anjing tidak bisa diragukan, apalagi ketangguhannya yang bisa berlari kencang dan menerobos segala rintangan yang ada dihadapannya, inilah yang dikatan anjing bisa diandalkan sudah tangguh, setia pula. Anjing sangatlah loyal terhadap tuannya entah itu tuannya kaya, miskin, jelek, tampan. Anjing yang biasanya diberikan makanan sisa dari tuannya tidak akan pindah rumah dengan tuan lain yang memberikan makanan lebih enak dan mahal. Anjing pelacak juga anti sogok pada waktu bertugas, tulang semenarik apapun yang ditawarkan tidak akan bisa menghentikan tugasnya untuk melacak jejak yang sudah menjadi target si anjing pelacak.
Kita seringkali tersinggung bahkan sangat marah jika dikatakan anjing oleh orang lain. Kita heran kenapa anjing dijadikan sebagai kata umpatan ataupun makian. Padahal kalau kita mendalami dan mengerti sifat anjing sebenarnya kita akan malu sendiri sengan diri kita sebagai manusia karena dalam beberapa sisi kita kalah dengan anjing.
Matius 24:45-46
“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”
Bagaimana dengan kita? Seorang manusia? Bukankah manusia gampang sekali untuk pindah tuan dan gampang untuk disogok? Bahkan pejabat pemerintah yang bertugas melacak kiriminalitas, tindak pidana dan kejahatan bisa dibeli dengan uang. Kita harusnya belajar dari anjing soal kesetiaan, kejujuran, dan ketulusan. Milikilah kesetiaan, baik kepada Tuhan, pasangan, keluarga, pekerjaan, tanggungjawab yang harus diemban, masyarakat, dsb.
Mazmur 12:2
“Tolonglah kiranya, TUHAN, sebab orang saleh telah habis, telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia.”Amsal 20:6
“Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”
(Yemima)