Kasih Kepada Sesama

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Yohanes 13:34-35

Firman ini diberikan kepada kita semua anak-anak Tuhan. Tuhan ingin agar kita saling mengasihi. Firman ini jelas bahwa ini adalah sebuah kalimat perintah, yang artinya, bahwa kitalah yang harus melakukannya. Beberapa anak Tuhan akan beralasan:

  • “Oh, aku memang dilahirkan seperti ini, aku sulit mengasihi orang lain.”
  • “Aku sudah berdoa kepada Tuhan dan memohon agar Tuhan memampukan aku, tetapi Tuhan belum memberikan kepadaku kemampuan untuk mengasihi orang lain.”
  • “Aku sudah mencoba untuk mengasihi pasanganku, tetapi dia memang tidak bisa dikasihi.”
  • “Jika aku mengasihi, maka orang lain akan melihat hal itu sebagai kelemahanku.”
  • Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang lain

Tetapi Firman ini jelas berbentuk kalimat perintah, yaitu bahwa kita yang harus melakukannya. Jadi kita sama sekali tidak bisa mengelak dan membuang tanggung jawab untuk mengasihi.

Di Titus 2:3-4, dituliskan bahwa perempuan tua harus mendidik perempuan muda agar mengasihi suami dan anak-anak-nya. Artinya, mengasihi adalah sesuatu yang bisa kita pelajari dan wajib kita lakukan sebagai anak-anak Tuhan.

Firman Tuhan juga mengajarkan kita cara untuk mengasihi. Dalam 1 Korintus 13:4-7, menjelaskan secara detail bagaimana kasih itu seharusnya. Disebutkan disana karakteristik kasih, adalah sebagai berikut:

  • 1 Korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
  • 1 Korintus 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
  • 1 Korintus 13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
  • 1 Korintus 13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Dan Tuhan menghendaki agar kita melakukannya dalam hidup kita sehari-hari, baik dalam keluarga, pelayanan, dalam lingkungan kerja, pergaulan, dll.

Perintah ini kelihatan berat, dan sepertinya mustahil untuk dilakukan. Karena pada dasarnya, kita tidak bisa memberikan apa yang tidak kita miliki.

  • Kita akan sulit mengasihi orang lain, jika kita merasa Tuhan tidak mengasihi kita.
  • Kita sulit mengampuni orang lain, jika kita merasa Tuhan tidak mengampuni kita.
  • Dan seterusnya.

Tetapi Tuhan sudah memberikan jalan keluar kepada kita, yaitu dalam kalimat: “…sama seperti Aku telah mengasihi kamu..”. Sama seperti Yesus sudah mengasihi kita, demikianlah hendaknya kita mengasihi orang lain.

Bulan lalu, selama sebulan penuh, kita sudah belajar betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus. Kasih Bapa sorgawi tidak bersyarat, Dia tidak memperhitungkan kesalahan kita dan kasih-Nya tidak bergantung dari kebaikan kita. Jika kita sudah memahami kasih Bapa kepada kita, kita akan lebih mudah menerapkannya dalam hidup kita.

  • Tuhan sudah mengampuni dosa dan kesalahan kita, hendaknya kita juga mengampuni orang lain
  • Tuhan rela berkorban untuk kita, hendaknya kita rela berkorban bagi orang lain
  • Tuhan tidak mementingkan diri sendiri, hendaknya kita juga tidak mementingkan diri sendiri
  • Tuhan mengasihi kita secara luar biasa, demikianlah cara kita mengasihi orang lain, dst.

Bulan ini kita akan fokus kepada penerapan kasih Tuhan kepada sesama kita. Jika Tuhan sudah membayarkan dosa-dosa kita di atas kayu salib dan mengasihi kita dengan kasih yang tidak bersyarat, marilah kita juga mengasihi sesama kita dengan cara yang sama. Tuhan Yesus memberkati.